Minggu, 27 Maret 2011

Perilaku Konsumen (Consumer Behavior , Chapter IV, Information Processing and Consumer Perception)


BAB IV PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN (Chapter IV, Information Processing and Consumer Perception)

Summarized by Nasita Lira Hendartina (MAJORING IN RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS, COLLEGE OF ECONOMICS MANAGEMENT – BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY, BOGOR-INDONESIA)

Based on : Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku konsumen: Teori dan Penerapannya dalam pemasaran (Consumer behavior : Theory and Application in Marketing).

Engel Blackwell dan Miniard (1995) mengutip pendapat William McGuire yang menyatakan bahwa ada lima tahap pengolahan informasi, yaitu sebagai berikut :
1.       Pemaparan (exposure) : pemaparan stimulus, yang menyebabkan konsumen menyadari stimulus melalui pancainderanya.
2.       Perhatian (attention) : kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk.
3.       Pemahaman (comprehension) : interpretasi terhadap makna stimulus.
4.       Penerimaan (acceptance) : dampak persuasif stimulus terhadap konsumen.
5.       Retensi (rentention) : pengalihan makna stimulus dan persuasi ke ingatan jangka panjang.

SENSASI
Pemaparan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus dapat berbentuk iklan , kemasan, merek, hadiah. Stimulus adalah input apapun yang datang dari pemasar yang disampaikan kepada konsumen melalui berbagai media seperti toko, iklan luar ruang, televisi, radio, koran, majalah, dan lain-lain. Konsumen yang merasakan stimulus yang datang ke salah satu pancainderanya disebut sensasi. Sensasi adalah respon langsung dan cepat dari pancaindera terhadap suatu stimulus yang datang.
Ambang Absolut
Sensasi dipengaruhi oleh ambang absolut. Ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh seorang konsumen untuk merasakan sensasi. Adanya sensory adaptation, advertising wearout, dan zapping mendorong para pemasar dan pengiklan utuk lebih kreatif dalam merancang komunikasi pemasaran berbagai produknya.
Ambang Berbeda
Faktor Kedua yang mempengaruhi sensasi adalah ambang beda. Batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara dua stimulus yang mirip disebut ambang beda. Hukum Weber menyatakan semakin besar intensitas dari stimulus awal maka semakin besar jumlah perubahan stimulus yang dibutuhkan agar stimulus kedua dapat dirasakan perbedaannya dengan stimulus awal.

PERHATIAN
                Tahap kedua dari proses pengolahan informasi adalah perhatian. Tidak semua stimulus yang diterima konsumen akan memperoleh perhatian dan berlanjut dengan pengolahan stimulus. Hal ini terjadi karena konsumen memiliki keterbatasan sumber daya kognitif untuk mengolah semua informasi yan diterimanya. Karena itu, konsumen menyeleksi stimulus atau informasi.

Faktor Pribadi
Faktor pribadi adalah karakteristik konsumen yang muncul dari dalam diri konsumen. Faktor ini ada di luar kontrol pemasar. Faktor lainnya adalah harapan konsumen, yang dipengaruhi pengalaman masa lalunya. Schiffman dan Kanuk (2000) berpendapat bahwa stimulus atau informasi yang bertentangan dengan harapan seringkali mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan yang sesuai harapan.
Faktor Stimulus
1.       Ukuran.  Semakin besar stimulus, maka semakin menarik perhatian.
2.       Warna. Warna-warni dari suatu stimulus akan menarik perhatian lebih besar dibandingkan dengan stimulus hitam putih atau penggunaan warna yang tidak tepat.
3.       Intensitas. Stimulus yang lebih besar seringkali menimbulkan perhatian yang lebih besar pula.
4.       Kontras. Stimulus yang ditampilkan sangat kontras dengan latar belakangnya seringkali menarik perhatian.
5.       Posisi. Suatu stimulus mungkin lebih diperhatikan oleh konsumen karena letaknya yang strategis di suatu lokasi.
6.       Petunjuk. Mata konsumen seringkali lebih tertuju kepada stimulus yang diarahkan oleh suatu petunjuk. Misalnya penggunaan tanda panah unttuk menunjukkan tempat.
7.       Gerakan. Stimulus yang bergerak lebih menarik perhatian konsumen dibandingkan stimulus yang diam.
8.       Kebauran. Stmulus yang tidak biasa atau tidak diharapkan adalah stimulus yang menyimpang dari tingkat adaptasi seseorang. Keingintahuan pembaca adalah stimulus yang  mendorong untuk tumbuhnya pengenalan.
9.       Isolasi. Konsep isolasi sering disebut juga white space, yaitu suatu teknik meletakkan stimulus pada suatu ruan dimana ruang yang digunakan oleh stimulus ini hanya sedikit sekali, sedangkan sisa ruangan yang besar tidak terpakai.
10.   Stimulus yang disengaja. Beberapa stimulus seperti telepon, bel rumah adalah stimulus yang sengaja dipasang untuk menarik perhatian kita.
11.   Pemberi pesan yang menarik. Para pemasar sering menggunakan para selebriti, tokoh, dan para eksekuti sebagai bintang film.
12.   Perubahan gambar yang cepat. Beberapa iklan dalam TV menampilkan banyak gambar dalam waktu yang sangat singkat.

PEMAHAMAN
Tahap ketiga dari proses pengolahan informasi adalah pemahaman. Pemahaman adalah usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus. Engel, Blackwell dan Miniard (1995) menyebut tahap ini sebagai tahap memberikan makna terhadap stimulus.
Gambar dan Latar Belakang
Gambar adalah objek atau stimulus yang ditempatkan dalam suatu latar belakang. Pemasar harus bisa membuat iklan dimana objek dan latar belakanng bisa dengan mudah dibedakan.
Pengelompokan
Orang akan lebih mudah mengingat informasi dalam bentuk kelompok atau berkaitan dengan sesuatu hal dibandingkan informasi tersebut terpisah-pisah. Tiga prinsip pengelompokkan adalah kedekatan (proximity), kesamaan (similarity), dan kesinambungan  (continuity). kedekatan adalah suatu usaha untuk mengaitkan suatu stimulus/objek dengan suatu hal, karena dianggap keduanya memiliki hubungan yang erat. Konsumen akan mengelompokkan objek berdasarkan kesamaan bentuk, nama, atau lainnya. Kosumen akan menyatukan objek ke dalam satu kesatuan tanpa terpisah-pisah.
Closure
Prinsip closure adalah konsumen akan berusaha memahami suatu objek dalam arti yang utuh walaupun ada bagian dari objek tersebut yang hilang atau tidak lengkap. Prinsip ini dipakai oleh para pembuat iklan.

PENERIMAAN
Tahap keempat dari pengolahan informasi adalah penerimaan. Setelah konsumen melihat stimulus, memperhatikan , dan memahami stimulus maka sampailah kepada suatu kesimpulan mengenai stimulus atau objek tersebut. Inilah disebut sebagai persepsi konsumen terhadap objek atau  citra (image).

RETENSI
Tahap  kelima dari proses pengolahan informasi adalah retensi. Retensi adalah proses memindahkan informasi ke memori jangka panjang.

Memori Sensori
Memori ini adalah tempat menyimpan informasi sementara.

Memori  Jangka Pendek
Memori ini adalah tempat penyimpanan informasi untuk waktu terbatas, dan memiliki kapasitas terbatas. Lama waktu penyimpanan adalah kurang dari 30 detik.

Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang adalah tempat menyimpan informasi dalam jangka waktu yang lama dan memiliki kapasitas yang tidak terbatas. Memori ini menyimpan semua pengetahuan konsumen secara permanen. Proses penyimpanan informasi pada memori ini melibatkan dua kegiatan yang dilakukan konsumen yaitu, rehearsal  dan encoding.
Rehearsal
Rehearsal adalah kegiatan mental konsumen untuk mengingat-ingat informasi yang diterimanya dan menghubungkannya dengan informasi lainnya yang sudah tersimpan di memorinya.
Encoding
Encoding adalah proses menyeleksi sebuah gambar atau kata untuk menyatakan persepsi terhadap sebuah objek.

MENGINGAT KEMBALI
Setelah kosumen menyimpan informasi di dalam memori jangka panjang, maka suatu saat ia akan memanggil kembali atau mengingat informasi tersebut untuk dipakai sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Perilaku Konsumen (Consumer Behavior, Chapter III Personality)


BAB III KEPRIBADIAN (Chapter III, PERSONALITY)

Summarized by Nasita Lira Hendartina (MAJORING IN RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS, COLLEGE OF ECONOMICS MANAGEMENT – BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY, BOGOR-INDONESIA)

Based on: Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku konsumen: Teori dan Penerapannya dalam pemasaran (Consumer behavior : Theory and Application in Marketing).

                Pengertian kepribadian adalah adanya perbedaan karakteristik pada paling dalam diri manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Individu yang memiliki karakteristik  yang sama cenderung akan bereaksi relatif sama terhadap situasi ingkungan yang sama.
                Beberapa karakteristik dari kepribadian:
1.       Kepribadian menggambarkan perbedaan individu
kepribadian yang berbeda bisa diamati dengan perilakunya yang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Karena itu sifat manusia bisa dianggap sebagai suatu kepribadian.
2.       Kepribadian menunjukkan konsistensi dan berlangsung lama
Karakteristik individu telah terbentuk sejak masa kecil, dan telah mempengaruhi individu tersebut secara konsisten dalam jangka waktu yang relatif lama. Kepribadian cenderung bersifat permanen dan sulit berubah. Suatu sifat manusia disebut sebagai suatu kepribadian jika sifat tersebut telah menyebabkan perilaku orang tersebut konsisten sepanjang waktu.
3.       Kepribadian dapat berubah
4.       Kepribadian bersifat permanen dan konsisten, namun bisa saja berubah. Situasi bisa menyebabkan seseorang mengubah kepribadiannya. Seseorang yang telah tumbuh dewasa mungkin memiliki sifat berbeda dengan ketika dia masih kecil.

TEORI KEPRIBADIAN
                Ada tiga teori kepribadian yang utama, yaitu 1. Teori kepribadian Freud, 2. Teori kepribadian Neo-Freud, 3. Teori ciri (trait-theory).

                A. Teori Kepribadian Freud
Teori ini menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari atau dorongan dalam diri manusia adalah inti dari motivasi dan kepribadian manusia. Menurut Fred terdapat tiga unsur yang saling berinteraksi, yaitu:
1.       Id
Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis seperti rasa lapar, haus, dan seks. Unsur Id akan melakukan prinsip kepuasan.
2.       Superego
Superego adalah aspek psikologis dalam diri manusia yang menggambarkan sifat manusia untuk tunduk dan patuh kepada norma-norma sosial, etika, dan nilai-nilai masyarakat. Superego adalah kecenderungan sifat manusia yang ingin berbuat baik sesuai dengan norma dan etika  serta aturan-aturan yang ada di masyarakat.
3.       Ego
Ego berfungsi sebagai penengah antara id dan superego. Ego menyeimbangkan apa yang diinginkan oleh Id dan apa yang dituntut oleh superego agar sesuai dengan norma sosial. Ego berkerja sesuai prinsip realitas.

Teori Freud dan Pemasaran
                Para pemasar menggunakan prinsip dasar dengan menggunakan selebritis dalam iklannya. Contoh unsur Id dari laki-laki maupun wanita. laki-laki menyukai kecantikan wanita, sebaliknya wanita juga begitu.

Teori Neo-Freud (Teori sosial psikologi)
                Teori ini berbeda dengan teori sebelumnya dalam dua hal, yaitu:
·         Lingkungan sosial yang berpengaruh dalam  pembentukan kepribadian manusia bukan insting manusia.
·         Motivasi berperilaku diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Teori ini menyatakan bahwa hubungan sosial adalah faktor dominan dalam pengembangan dan pembentukan kepribadian manusia. Teori ini merupakan kombinasi dari sosial dan psikologi.
Horney mengemukakan model kepribadian manusia yang terdiri dari tiga kategori, yaitu :
·       Compliant adalah kepribadian yng dicirikan adanya ketergantungan seseorang kepada orang lain.
·       Aggressive adalah kepribadian yang dicirikan dengan adanya motivasi untuk memperoleh kekuasaan.
·      Detached adalah kepribadian yang dicirikan selalu ingin bebas, mandiri, mengandalkan diri sendiri, dan ingin bebas dari berbagai kewajiban.

Teori ciri (trait theory)
                Teori ciri menggunakan pendekatan kuantitatif  dalam mengukur kepribadian konsumen. Trait adalah sifat atau karakrteristik yang membedakan satu individu dengan individu lain, yang bersifat permanen dan konsisten.
                Menurut Loudon dan Della Bita (1993) teori ciri berdasarkan tiga asumsi, yaitu 1) individu memiliki perilaku yang cenderung relatif stabil. 2) orang memiiki derajat perbedaan dan cenderung berperilaku tersebut, 3) jika perbedaan-perbedaan tersebut diindentifikasikan dan diukur maka perbedaan tersebut bisa menggambarkan kepribadian individu.

Definisi gaya hidup
                Gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaimana ia hidup, memanfaatkan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Gaya hidup berbeda dengan kepribadian. Kepribadian lebih meggambarkan karakteristik yang ada dalam diri manusia. Sering disebut juga bagaimana manusia berpikir, merasa, dan persepsi.

Psikografik
                Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar.

Kepribadian dan perilaku konsumen
                Kepribadian ciri inovatif konsumen
Kepribadian ciri inovatif konsumen menggambarkan tingkat penerimaan konsumen dan produk-produk atau jasa baru. Pemasar ingin mengetahui bagaimana produk-produk baru bisa diterima oleh konsumen.
                Dogmatisme
Dogmatisme adalah sebuah kepribadian ciri yang mengukur tingkat kekakuan seseorang dalam menerima segala sesuatu yang tidak dikenal atau menerima informasi yang bertentangan dengan kepercayaan yang dimiliki.
                Karakter Sosial
Karakter sosial adalah salah satu kepribadian ciri lainnya. Karakter sosial merupakan kepribadian ciri yang memiliki arti sebagai inner directedness sampai kepada other-directedness. Konsumen yang berkepribadian inner directedness berorientasi kepada dirinya dalam memberi produk atau jasa. Sedangkan other-directedness mempertimbangkan nilai-nilai yang dianut orang-orang disekelilinginya agar bisa diterima oleh  mereka.




Perilaku Konsumen (Consumer Behavior, Chapter II Motivation and Needs)


BAB II MOTIVASI DAN KEBUTUHAN (CHAPTER II, MOTIVATION AND NEEDS)

Summarized by Nasita Lira Hendartina (MAJORING IN RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS, COLLEGE OF ECONOMICS MANAGEMENT –BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY, BOGOR-INDONESIA)

Based on: Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku konsumen: Teori dan Penerapannya dalam pemasaran (Consumer behavior : Theory and Application in Marketing).

                Berikut Beberapa definisi motivasi :
Schiffman dan Kanuk (2000, hal 63) mendefinisikan “Motivation can be describe as driving force within individuals that impels them to action. This driving force is produced by state of tension, which exists as the result of an unfullfield needs.”
Solomon (1999, hal 104) mendefinisikan : “Motivation refers to the processes that cause people to behave as they do. it occurs when a need is aroused that the consumer wishes to satisfy. Once a need has been activated, a state of tension exists that drives the consumer to attempt to reduce or eliminate the need.”
Mowen dan Minor (1998, hal 160) mendefinisikan “Motivation  refers to an activated state within a person that leads to goals-directed behavior. It consists of the drives, urges, wishes, or desire that initiate the sequence of events leading to behavior.
               
                Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa, motivasi muncul karena adanya kebutuhan. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasa ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini disebut sebagai motivasi.
                Kebutuhan
                Kebutuhan yang dirasakan konsumen biasanya oleh faktor yang muncul oleh diri konsumen sendiri (fisiologis). Terdapat juga dari faktor luar konsumen seperti aroma makanan. Kebutuhan yang datang dari dalam diri seseorang disebut kebutuhan fisiologis atau biologis seperti makan, air udara dan lain-lain. Kebutuhan tersebut disebut kebutuhan primer, yaitu kebutuhan yang dibutuhkan konsumen utuk mempertahankan hidupnya.  Selain kebutuhan primer terdapat kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan budayanya.
                 Kebutuhan yang dirasakan berdasarkan manfaat yang diharapkan dari pembelian dan penggunaan produk dibedakan atas kebutuhan utilitarian, yaitu mendorong konsumen membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objek dari produk tersebut. Kedua, kebutuhan ekspresif atau hedonik, yaitu kebutuhan yang bersifat psikologis seperti rasa puas, gengsi, emosi dan perasaan subjektif lainnya.
                TUJUAN  
            Perilaku (tindakan) adalah berorientasi tujuan. Tujuan adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan ada karena adanya kebutuhan. Tujuan dibedakan atas pertama tujuan generik, yaitu kategori umum dari tujuan yang dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan. Kedua, yaitu tujuan produk khusus, yaitu produk atau jasa dengan merek tertentu yang dipilih oleh konsumen sebagai tujuannya.
           
Teori Kebutuhan
            Teori Maslow
            Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya dari kebutuhan rendah, yaitu kebutuhan biologis sampai kebutuhan yang tinggi, yaitu psikogenik. Menurut Maslow, manusia memenuhi kebutuhan yang rendah dulu kemudian memenuhi kebutuhan yang tinggi.
Lima kebutuhan manusia menurut Maslow:
1.       Kebutuhan fisiologis
        Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan dasar manusia, kebutuhan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup.
2.       Kebutuhan rasa aman
                                        Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan tingkat kedua setelah kebutuhan dasar. Hal ini merupakan kebutuhan perlindungan bagi fisik manusia.
3.       Kebutuhan sosial
                                        Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman terpenuhi, manusia membutuhan rasa cinta dari orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, serta diterima oleh orang-orang disekelilingnya.
4.       Kebutuhan ego
        Kebutuhan ego adalah kebutuhan tingkat empat, kebutuhan untuk berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnnya.
5.       Kebutuhan aktualisasi diri
                                        Derajat yang paling tinggi. Kebutuhan aktualisasi adalah keinginan dari seseorang individu untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

                Teori Motivasi McClelland
                David McClelland mengembangkan teori motivasi yang terdiri dari tiga kebutuhan dasar seseorang berperilaku, yaitu :
1.      Kebutuhan sukses
Kebutuhan sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi, dan karier yang baik.
2.      Kebutuhan Afiliasi
Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya.
3.      Kebutuhan kekuasaan
Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, termasuk mempengaruhi orang-orang disekelilingnya.

                Dalam memahami motivasi dan kebutuhan bermanfaat dalam merancang strategi pemasaran. seperti segmentasi, produk atau jasa yang diarahkan untuk target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Hal tersebut dapat dilakukan membuat iklan yang berisi pesan mengenai kebutuhan konsumen yang akan dipenuhi oleh produk atau jasa yang akan dipasarkan. Kedua adalah positioning, positioning adalah citra produk atau jasa yang ingin dilihat konsumen. Kunci dari positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk dan jasa.
                Para peneliti berusaha mengungkapkan motivasi dan kebutuhan konsumen melalui riset, yaitu survei kepada konsumen dengan instrument kuisioner, dimana sejumlah pertanyaan diajukan kepada konsumen, kemudian konsumen melaporkan motivasi dan kebutuhannya sebagaimana ditanyakan keppadanya. Metode ini dikenal sebagai pelaporan diri atau self report.



Perilaku Konsumen (Consumer Behavior)

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id 

BAB I  PENDAHULUAN (CHAPTER I, INTRODUCTION)

Summarized by Nasita Lira Hendartina (MAJORING IN RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS, COLLEGE OF ECONOMICS MANAGEMENT –BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY, BOGOR-INDONESIA)

Based on: Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku konsumen: Teori dan Penerapannya dalam pemasaran (Consumer behavior : Theory and Application in Marketing).

                 Para pemasar berkewajiban memahami konsumen apa yang mereka butuhkan, apa selerannya dan bagaimana mereka mengambil keputusan. Konsumen menjadi pusat perhatian pemasar karena merekalah yang memutuskan akan membeli atau tidaknya suatu produk.
Peter dan Austin (1985) dalam Engel Blackwell dan Miniard (1990) “Dalam sektor swasta atau publik dalam perusahaan besar atau kecil , kami mengamati bahwa hanya ada dua cara untuk menciptakan dan mempertahankan prestasi unggul dalam waktu yang lama. Pertama, beri perhatian yang luar biasa terhadap pelanggan anda  lewat pelayanan yang unggul dan kualitas yang unggul. Kedua, teruslah berinovasi, itu saja (hal 4).”
                Definisi konsumen terbagi dua, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu adalah konsumen yang membeli barang dan jasa untuk digunakan dirinya sendiri sedangkan konsumen organisasi adalah konsumen yang membeli produk peralatan atau jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya. Contohnya organisasi bisnis, yayasan kelembagaan, dan kantor pemerintah.
                Definisi perilaku konsumen tediri dari beberapa sumber, yaitu :
                Schiffman dan Kanuk (1994) mendefinisikan perilaku sebagai berikut: Istilah perilaku konsumen diartikan  sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
                Engel Blackwell dan Miniard (1993) : “ Kam mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Berikut beberapa define perilaku konsumen lainnya :
Proses pengambilan keputusan dan aktivitas fisik dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan, dan menghabiskan barang atau jasa (Loundon dan Della-Bita, 1984).
Perilaku yang ditujukan oleh orang-orang dalam merencanakan, membeli, dan menggunakan barang ekonomi dan jasa (Winardi, 1991).
Perilaku yang dikaitkan dengan “preferences’ dan “possibilities” (Deaton dan Muellbawer, 1986).
                Banyak kepentingan yang didapatkan dalam mempelajari perilaku konsumen, Sebagai pemasar mampu memahami konsumen dan mempelajari bagaimana mereka berperilaku, bertindak dan berpikir. Pemasar yang mengrti perilaku konsumen akan mampu memperkirakan bagaimana kecenderungan konsumen untuk bereaksi terhadap informasi yang diterimanya, sehingga pemasar mampu merancang srategi pemasaran yang sesuai. Selain pemasar lembaga social atau lembaga pendidikan, dan pemerintah berkepentingan mempelajari perilaku konsumen, karena untuk membantu konsumen memilih produk dan jasa yang benar, terhindar dari penipuan dan menjadi konsumen yang bijaksana. Hal ini sering disebut sebagai pendidikan dan perlindungan konsumen.Contohnya, YLKI. Pemerintah juga penting mempelajari perilaku konsumen untuk membuat kebijakan masyarakat dan Undang-undang perlindungan konsumen.
                Sejarah disiplin ilmu perilaku konsumen. Teori ilmu perilaku konsumen muncul tetapi tidak diuji secara empiris sampai pertengahan abad 20. Akhirnya banyak eksperimen dan survey yang dilakukan sehingga pada 1960-an, perilaku konsumen muncul dengan disiplin yang berbeda. Hal tersebut disebabkan pengaruh para pakar seperti, George Katona, Robert Ferber, dan John A Howard.
                Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu, kegitan pemasaran yang dilakukan oleh produsen, faktor perbedaan individu dan konsumen, dan faktor lingkungan konsumen. Proses kebutuhan konsumen terdiri atas tahap, pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternative, pembelian, dan kepuasan konsumen. 

Minggu, 20 Maret 2011

Selamat Datang di Catatan Nasita

Kalimat Pertama :
         " Selamat datang di blog saya, banyak hal menarik untuk dibaca dari hal penting sampai ga penting"